Selasa, 24 Desember 2013

Cerita Natal : Kado Terbaik

  Waktu itu adalah minggu terakhir di sekolah sebelum libur natal tiba,seperti biasa teman-teman di sekolah pasti selalu saling bertukar cerita tentang kado apa yang kira-kira akan mereka dapatkan dari orangtua mereka. Natal memang selalu identik dengan sesuatu yang disebut kejutan dan juga kado-kado natal. Teman-teman sedang membicarakan hal-hal yang mereka inginkan.

"ayahku pasti akan memberikan aku baju bola baru! sudah lama sekali aku menginginkannya" ujar seorang anak laki-laki dengan penuh semangat.

"bagimana denganku? atau mungkin ibuku akan memberikan sepatu yang berkilau itu? aku jgua sudah lama menginginkannya" balas seorang anak perempuan yang lucu dengan penuh harapan.

  Tapi aku hanya bisa diam mendenganr pembicaraan mereka,seharusnya hari ini aku bsia senang-senang di sekolah,tapi sejenak aku mulai membisu sendiri sambil berpikir,apakah yang akan orangtuaku berikan? banyak hal yang aku inginkan,tapi apakah semuanya bisa terpenuhi? sudahlah lebih baik aku bersenang-senang dengan teman-temanku di lapangan,seharusnya hari ini
aku bisa mendapatkan kesenangan karena sudah mau libur.

  Setelah bermain bersama teman-teman aku mungkin juga melupakan sementara tentang kado-kado dan hadiah itu,tapi saat sampai dirumah aku mulai berpikri lagi,aku bertanya pada ibu yang sedang menyiapkan makan malam "Bu,apakah yang kira-kira akan aku dapatkan? ayah sedang bekerja diluar kota,apakah mungkin Ayah akan mengirimkanku sebuah hadiah?"

  Ibu hanya tersenyum mendengar pertanyaan anaknya yang masih SD,seakan ingin tau tetapi juga menginginkan sesuatu,dan ibu menjawab dengan singkat "kita liat saja yah nak besok".
Aku mulai hilang harapan,Ayah sudah lama bertugas di luar kota,bahkan aku pun tak ingat kapan terakhir kali aku nonton bola sama Ayah di TV,itu pasti sudah lama...lamaaaa sekali!

  Akhirnya perayaan Misa Malam natal tiba,tak terasa seminggu yang lalu sudah aku lewati tanpa aku mendapat apa-apa. Temanku sudah menggunakan baju bola baru nya saat ke gereja,teman ku yang satunya lagi pun sudah menggunakan sepatu mahalnya yang berkilau,sementara apa yang kudapatkan? tidak ada sama sekali,mugnkin aku mulai merasakan hal yang disebut dengan Bete. Tapi sudahlah aku juga sudah biasa merasakan hal seperti ini.

   Ibu menyuruhku cepat,sepertinya Ibu sudah janjian ingin bertemu dengan seseorang,kami ambi tempat duduk di ujun kiri tepat di dekat patung Bunda Maria dan di dekat ruang pengakuan dosa,aku hanya mengikuti dengan ekspresi datar tanpa memedulikan sekelilingku. Sampai ternyata. "Ayah! sejak kapan ayah ada disini? bukankah Ayah masih di luar kota?"

  Ternyata itu Ayah! iya benar sekali Ayahku,aku kenal sekali mukanya,ternyata Ayah tidak sempat pulang untuk bertemu dengan kami,jadi Ayah janjian dengan Ibu untuk bertemu langsung di Gereja ssetelah pulang kantor. Entah apa yang kurasakan tapi rasanya ini sudah terbayar tuntas. Berapapun harga hadiah yang didapat teman-temanku semuanya tidak ada yang lebih mahal daripada keluarga ini.

  Akhirnya aku sadar jika yang namanya hadiah itu tidak selalu harus berbentuk barang,tpai juga bisa sesuatu yang lebih daripada itu sendiri.
Aku merasa bersyukur sekali bisa merayakan Natal bersama Ayah dan Ibu lagi,mungkin inilah kado terbaik yang Tuhan berikan kepadaku di Malam Natal ini! Terimakasih Tuhan!

Selesai ^_^

------------------------------------------------------------------

Renungan :
Natal itu bukan tentang seberapa yang akan kamu dapatkan,tapi tentang seberapa yang bisa kamu berikan kepada orang lain. Yesus tidak pernah mengharapkan kunjungan 3 Raja dari Timur,namun ketiga raja itu datang sendiri ke tempat kelahirannya sambil membawa emas dan perak sebagai hadiah.

Selamat Natal 2013,Semoga Rahmat Tuhan selalu besertamu...Aminnnn...

Minggu, 17 November 2013

Perjalanan Tim Futsal Tarakanita1



1.Charitas Friendly Match
Berhenti di babak awal atas SMP Pangudi Luhur dengan skor 10-2,disitu Tim baru saja terbentuk dan mengalami banyak perubahan diantaranya permainan baru dan juga pelatih baru,Bpk Vian menggantikan Bpk.Agus

Carter (13) , Gerardo (Kuning)
2.Tarsat Cup XI
TC yang sudah bergulir,kini tiba saatnya Tim futsal beraksi di kandang sendiri,tim terbagi atas 2 tim yang sudah dibagi rata. Tim B gagal di babak awal setelah takluk adu penalty atas SMP Charitas yang bermain imbang 3-3 di waktu normal.
Sementara Tim A yang berhasil melaju ke Babak 2,setelah di Babak awal membalas kekalahan atas Pangudi Luhur di pertandingan yang seru 6-4. Tapi sayang harus gugur di Babak 2 melalui koin tos atas Tarlim

3.Tartig Cup 5
Mulai ada peningkatan dari hasil sebelumnya,Tim Tarsat berhasil melaju ke semi-final atau 4 besar setelah menaklukan lawan-lawannya,namun apa dikata. SMP 66 Grogol lebih tangguh sehingga Tarsat harus puas di babak perebutan tempat ke 3,namun takluk juga dari SMP 16 Grogol,Tarakanita1 mendapat penghargaan sebagai kontestan 4 besar.

4.Tarlim Cup XIV
Tarsat menang di Babak awal atas Tarlim B dengan skor 8-4,Pertarungan agak berjalan sengit terutama menghadapi tim tuan rumah,selanjutnya Tarsat bertemu dengan tim kuat Tartig di semi-final,yang menjadi Runner-Up di Tarsat Cup & Juara di Tartig Cup. Tarsat kalah dengan skor 5-2. dan harus kembali puas di perebutan juara ke 3. Tarsat menjadi juara 3 setelah mengalahkan Tarakanita Pluit dengan skor 5-3,sebelumnya Tarsat lebih dulu tertinggal 3-1 namun di sisa waktu yang ada berusaha membalikan keadaan. Sisi positifnya Tarsat berhasil masuk ke 4 besar lagi.

5.SPLASH IV
Bisa dibilang ini prestasi terbaik Tarsat tahun ini,bisa dibilang baik karena baru sekitar 3 bulan bersama pelatih dan kondisi baru Tarsat bsia menjadi runner-up di SPLASH,kompetisi yang diadakan oleh SMP Theresia Jakarta. Bahkan lawan-lawan nya pun terbilang tim-tim elit. Berawal dari babak grup. ada 15 peserta sehingga terbagi menjadi 4 grup,3 grup berisi 4 tim dan 1 lainnya hanya 3 tim.

With Tim Basket Putri yang jadi Campeon SPLASH
Tarsat masuk ke grup D bersama, SMP Canisius & SMP Theresia,tim tuan rumah. beruntung sekali karena Tarakanita1 berada di grup terakhir yang hanya ada 3 Tim. di pertandingan awal Tarsat mengalahkan Canisius dengan skor 5-4. dan di pertandingan selanjutnya mengalahkan tuan rumah dengan skor 7-2. Hanya diambil juara grup dan langsung menuju semi final. di Semi-Final terjadi Derby Tarakanita antara Tarsat dengan Tarakanita 4. di waktu normal Tarsat bermain imbang 1-1 atas Tar4. Namun sayang,pemain belakang tidak melihat pergerakan pemain Tar4 sehingga Tarsat tertinggal 2-1.

Hanya 3 menit Extra Time 2 tersisa,Tarsat lantas hanya melakukan shooting-shooting jarak jauh karena rapatnya pertahanan Tar4 yang hanya menjaga kedudukan 2-1,namun Bola tetaplah bundar di 2 menit terakhir Tarsat bisa membalikkan keadaan menjadi 3-2 dan berhak lolos ke FINAL.

di Final Tarsat bertemu dengan SMP Santa Maria,kejar-kejaran skor terjadi,permainan fantastis ditunjukkan oleh kedua tim,namu Tarsat harus mengakui keunggulan SMP SanMar dengan skor 5-4.

DAFTAR PEMAIN :
GK - Gerardo Gusti - 17
GK - Evan Sava - 9
DEF - Carter Manalu - 13
DEF - Gabriel Bryan - 10
DEF - Devito Sibarani - 8
DEF - Josua Nugraha - 4
DEF - Teo Cristofan - 29
DEF - Gunawarman Pandjaitan - 19
MFD - Niko Damianus - 21
MFD - Jason Martinus - 69
MFD - Gabriel Gusti - 30
MFD - Kalvin Anelka - 16
MFD - Baia Andika - 7 (Top Skor Tarlim Cup)
FWD - Hosea Krisna - 6 (Top Skor Tartig Cup)
FWD - Daniel Jersh - 12
FWD - Che Reyhan - 14

Minggu, 10 November 2013

Kita Bersaudara [Testimonial Tartig Cup 2013]

  
   Dua minggu sudah Tarsat Cup berlalu dan sudah memasuki hari jam pelajaran seperti biasanya,namun yagitu deh tugas gue sebagai anggota tim Futsal SMP Tarakanita 1 tidak berhenti sampai disitu,hasil buruk di babak penyisihan Charitas Cup dan kegagalan di kandang dalam ajang Tarsat Cup tampak terbayarkan setelah di Theresia Cup kami menjadi Runner-Up setelah takluk di final dengan defisit satu gol atas SMP Santa Maria.

Foto dari Salah Satu Teman di Tarakanita 3
  Dan kali ini kembali Tarakanita 1 memasuki babak final di ajang Tartig Cup 2013,namun bukan babak Grand Final,melainkan Final perebutan Tempat ke 3,setelah sebelumnya kalah di semi-final.
Tartig Cup adalah kompetisi yang diadakan oleh SMP Tarakantia 3,yah jika begitu masih bisa dibilang kita itu saudara karena masih berada di bawah Yayasan Tarakanita.

  Seminggu sudah sejak masih berada di babak awal Tarakanita 3 seakan sudah memberi respon positif,dari siswa-siswi disana,yah memang masih belum akrab,namun sedikit komunikasi seperti ngobrol dan nyletuk sudah terjadi disana. Bisa dibilang ini babak awal PDKT gue sebagai peserta di sini.

  Entah darimana awalnya tapi 'serasa di kandang' itulah yang kami rasakan,panitia sudah mulai menyatu dengan kami selaku peserta. Mungkin berawal saat kapten tim SMP Tarakanita 1 dipanggil menuju meja official pertandingan untuk mengisi line-up,disitulah terjadi pembukaan. Hahaha :D

  Tiba saatnya untuk Tarakanita 1 bermain,pertandingan siang itu terasa berat entah karena cuaca atau mungkin kurang siap nya kami untu pertandingan tersebut atau masih kepikiran beban setelah kalah di semi-final,tapi bisa dibilang kondisi permainan kita sangat buruk,padahal sempat bisa kita tahan imbang di babak pertama 2-2,namun seiring berjalannya waktu dan tenaga mulai habis kendurlah lini belakang sehingga kami harus megakui ketangguhan tim lawan.

   Setelah pertandingan kami hanya bisa pasrah menerima hasil,tapi kami masih tidak patah semangat. Kerja keras kami bukannya tidak ada hasil sama sekali,karena untuk mencapai Peringkat 4 di suatu turnamen futsal tidak mudah,dan setelah pertandingan kami saatnya Tim tuan rumah SMP Tarakanita 3 yang akan bertanding di babak Grand Final. Sekana melupakan kekalahan saya berbalik menuju lapangan untuk menyaksikan Tartig Futsal bertanding. biarpun secara Tim kita adalah lawan tapi yang namanya Saudara harus tetap saling mendukung.

  Nah! disnilah bisa dibilang awal dari keakraban kami sesama siswa Tarakanita terasa,gue ngeliat komentator kurang semangat nih mandu jalannya pertandingan,dengan penuh motivasi tinggi dan keyakinan akhirnya gue minta ijin untuk jadi komentatro dan yak dibolehin dengan semangat deh gue jadi komentatro ala Presenter sepakbola,anak-anak Tartig yang ada di sekitar gue udah mulai pada bilang 'eh komentatornya nafas dulu' emang sih terlalu semangat ngikutin acara Tartig Cup siang itu.

SMP Tarakanita 1 vs SMP 16
  Gak cuma sampe disitu masih ada pertunjukan band dan dance yang bikin kita jadi tambah akrab lagi,penonton yang mayoritas adalah tuan rumah sambil nonton kita udah mulai saling ngobrol dan saling nyaut-nyaut dari jarak jauh,apalagi Tartig juara Futsal,makin heboh acara siang itu. kalo ibarat masakan rasanya yang lezat udah gak bisa diceritain lagi deh betapa serunya acara siang itu.

  Gue akui aja kalo anak-anak Tartig semuanya ramah dan friendly,jarang ada ana-anak kayak mereka,jangankan anak-anaknya guru-gurunya pun juga ramah,disana kita akhirnya udah mulai akrab dan saling ngobrol seakan-akan kita di satu sekolah yang sama. Jalan sambil rangkulan nonton band di panggung,ngobrol sama anak-anak dan yang paling serunya foto-foto.

  Tapi hal yang paling seru adalah ektika di TO futsal pas gue jadi komentator gw kenal seorang cewe yang ternyata suka angka 17, katanya doi lahir tanggal 17 dan akhirnya kita kenalan nama,tukeran twitter dan ngobrol-ngobrol singkat,anaknya asyik gak sombong,sama kayak anak-anak Tartig kebanyakan yang ramah dan SKSD. Tapi SKSD yang positif yah yang baik.

  Kita foto bareng sambil nampakin jersey 17 gue,seru punya temen cewe yang asyik dan gaul kayak dia tuh,yah gacuma dia sih,tapi pokoknya sekali lagi gue bilang keseruan acara siang itu gak bisa dijelasin pake kata-kata. Gue salut sama sikap mereka yang nerima gue sebagai teman.

  Bagaimanapun pesan yang gue ambil dari keseruan dan kejadian selama di Tartig,bagaimanapun keadaan kita,siapapun kita dan seperti apapun kita dimanapun kita harus tetap jadi saudara. Apalagi gue yang sebagai anak Tarakanita 1 dan main ke Tarakantia 3,secara gedung kita emang beda tempat tapi solidaritas dan persaudaraan gak akan terpisah sama kayak lokasi gedung kita.

 Tarakantia harus tetap punya 'Satu Hati,Satu Semangat' nya kayak yel-yel yang selalu diajarin sama para suster kepada kita pas upacara ataupun pas acara resmi Sekolah. Cuma segitu deh sharing gue tentang Futsal Tarsat,Tartig Cup,dan anak-anak Tartig yang 'Yo..iii'



  Tetap semangat Tartig,jangan menyerah yah,good luck,Tuhan berkati :D
Ingat! beda gedung bukan berarti kita gak bisa jadi teman!
#SalahSatuHatiSatuSemangat!
Thx udah mampir dan Baca!

Note : Gara-gara jadi komentator,lumayan followers nambah :D
@Addo_17

Selasa, 24 September 2013

Akhir Pekan

  Selamat datang kembali para pembaca sekalian di laman pribadi saya. Pada kesempatan kali ini saya akan cerita sedikit mengenai acara saya bersama teman-teman dari Metrostars FC. Sabtu 21 September saya bersama teman-teman Metrostars me gikuti pertandingan tandang ke Depok atau lebih tepatnya Pondok Cina,kegiatan kali ini berbeda karena kami menggunakan Kereta sebagai alat trasportasi.

  Wajar saja kami yang biasa menggunakan Bus Transjakarta harus naik Kereta karena transportasi umum tersebutlah yang menjangkau Depok dan harga yang di pasang juga tidak terlalu mahal,jam 3 kami semua bernaggotakan 8 pemain sudah berkumpul di pintu masuk Stasiun Pasar Minggu. Masing-masin pemain mengantri tiket untuk Kereta sore itu.

  Setelah itu kami langsung memasuki area Stasiun Pasar Minggu untuk menunggu kereta,tidak lupa kami menyempatkan berfoto dulu,selain acara sepakbola acara ini juga bertujuan untuk refreshin sejenak dan juga sebagai liburan di akhir pekan.

  Memang diantara kami ber delapan ada yang belum pernah sama sekali menggunakan transportasi kereta
atau bisa dibilang ini adalah pertama kali mereka naik Kereta,kami semua have fun tidak ada beban sedikit pun di benak kami karena memang acara ini bukan acara yang wajib atau sebuah tugas menunggu kami,ini adalah acara akhir pekan yang harus dinikmati dengan santai.

  Kereta yang kami gunakan adalah kereta jurusan Bogor,karena stasiun Pondok Cina adalah salah satu stasiun yang dilewati untuk menuju Bogor,kereta agak lama,sekitar 30 menit kami menunggu hingga akhirnya datang juga satu rangkaian kereta api dengan kondisi yang lumayan penuh,tapi kami memutuskan untuk tetap naik dan melanjutkan perjalanan.

  Setelah kami selesai dengan acara sepakboal tersebut malamnya dilanjutkan dengan acara Kuliner atau makan malam bersama di rumah makan sea food yang letaknya tidak begitu jauh dari rumah saya,kami lebih senang menyantap makanan lokal daripada harus mekan di restoran mahal,karena cita rasa lokal dan luar berbeda buat kami,saya memesan satu porsi lele bakar seharga 10rb rupiah.

  Lumayan asik kegiatan kami pada hari itu. Sekian share saya seputar kegiatan akhir pekan saya bersama teman-teman,terimakasih sudah mampir dan membaca.




Rabu, 21 Agustus 2013

Merah Putih di Alam Kemerdekaan

  68 Tahun sudah negeri kita tercinta Indonesia ini sudah terbebas dari segala penajajhan jaman kolonial negara lain pada masa lalu,segala hak rakyat dan juga kemerdekaan yang sudah seharusnya di tangan kita diperjuangkan agar bangsa ini bisa berdiri dan bebas untuk menentukan jalan takdirnya sendiri.
Siapa seorang Indonesia pun yang tidak mengenal tokoh besar bernama Ir.Soekarno dan Drs.Moh Hatta? Merekalah 2 nama besar diantara para pahlawan lain yang telah berjuang demi Merdekanya Indonesia.

  17 Agustus 2013 seluruh penjuru Indonesia serentak mengibarkan Merah Putih sebagai bendera kebangsaan NKRI di wilayhnya masing-masing,melaksanakan upacara bendera yang sudah selayaknya menjadi kewajiiban setiap warga negara Indonesia. Memang! tidak boleh kita sampai lupa kalau kita adalah penerus bangsa ini dan juga wajib menjaga kelestarian alam ini.

  Tahun ini saya agak sedikit beda dalam merayakan pesta kemerdekaan Indonesia. Saya beserta rombongan Orang Muda Katolik,Paroki Pasar Minggu melakukan pendakian dalam rangka kemerdekaan di Gunung Papandayan Garut,Jawa Barat. Salah satu tujua nacara ini adalah untuk lebih mengenalkan kita sebagai anak-anak muda betapa megahnya alam Indonesia ini yang harus dilestarikan.

Puncak Papandayan
  Pendakian dimulai pada pukul 03.40 dini hari,setelah 5 jam perjalanan dari Jakarta sebelumnya menggunakan bis. Memang jika dilihat dari ukuran Gn.Papandayan ini adalah Gunung untuk para pendaki pemula,cocok untuk saya yang baru kali pertama merasakan bagaimana Alam ini begitu luas untuk dijelajahi.

  Bis yang saya dan rombongan tumpangi hanya sampai pom bensin Papandayan saja karena jalan untuk masuk ke pintu gerbang pendakian tidak memadai untuk bis pariwisata,jadi kami menaiki Truk Bak terbuka menuju gerbang tersebut. Tentu saja hawa dan udara dingin alam puncak sudah mulai terasa. Nafas saya pun mengeluarkan asap atau embun seperti yang terjadi di film-film.

  Beberapa jam sudah kami melakukan pendakian hingga iba di temapt yang sudah disiapkan untuk mengadakan Upacara Bendera memperingati 17 Agustus. Para pendaki di sekitar wilayah tersebut pun berpartisipasi meramaikan Upacara yang kami adakan di puncak Papandayan Tersebut.

Gambar Panoramic - Upacara Bendera

Minggu, 04 Agustus 2013

Menikmati Jakarta Pagi


Jerash,Gerardo,Nanda,Febie,William
   Jakarta,Minggu pagi 4 Agustus 2013. Saya yang biasanya sedang asyik menikmati idahnya mimpi di hari libur sehingga bangun siang kala itu memiliki kebiasaan yang berbeda. Jam 4 pagi saya sudah bersih setelah mandi dan juga sudah sibuk menyiapkan keperluan yang akan saya bawa di perjalanan pagi itu,sambil tangan sibuk memainkan HP untuk mengabari jerash. Teman saya yang rencananya pagi itu saya,Jerash dan beberapa teman saya dari klub Metrostars akan melakukan sepeda pagi sambil berolahraga sampingan.

  Setiap Minggu pagi beberapa ruas jalan di daerah jantung ibukota memang ditutup da dibebaskan dari kendaraan bermotor. Hanya TransJakarta atau Busway saja yang melintas,karena kendaraan umum dialrang pada pagi dari jam 6 pagi hingga 12 Siang. Jam 5 saya sudah melangsungkan perjalanan setelah berkumpul di Rumah Jerash terlebih dahulu. Lalu saya dan Jerash menuju titik point di 7 Eleven,daerah Warung Jati sebagai pusat pertemuan semua bikers.

  Begitu sudah terkumpul para squad Geng Sepeda pagi ini,langsung saja kami menuju jalur Car Free Day melewati ruas ajlan utama Buncit,Jakarta selatan,menuju Mampang lalu ke arah Pasific Place melalui Jl.Wolter Monginsidi. Kegiatan positif di sela-sela ibur lebaran ini "Kenapa Tidak?!" lagipula ini lebih baik dilakukan daripada saya mengikuti acara nongkrong-nongkrong yang tidak jelas.
  Bersepeda,sambil berolahraga juga Refreshing.

  Di tengah perjalanan begitu melewati sekolah kami,William tampak memiliki masalah dengan sepedanya. Teman-teman yang lain sudah jauh di dpean,sementara saya yang mendengar William sedikit mengeluh langsung berhenti. Ternyata pedal sepeda sebelah kiri nya copot,ada bagian yang hilang sehingga pedal sepdanya tidak mau terpasang dengan pas di Sepeda.

Sepeda William diperbaiki
  Saya dan teman-teman sempat bingung,namun kami memutuskan memaksakan William untuk berjalan dengan satu pedal saja hingga sampai menemui siapapun ahli sepeda di jalur CFD. Karena biasanya seringkali ada stand gratis untuk memperbaiki sepeda yang bermasalah.

Menikmati Cita Rasa Masakan Lokal
  Doa kami terkabul,ada seorang tukang sepeda yang tampaknya memiliki peralatan lengkap untuk memperbaiki Sepeda. Tanpa basa basi William yang mungkin sudah kelelahan mengayuh setengah pedal. Hanya menunggu kira-kira 15 menit sepda William sudah bisa digunakan kembali.
  Ada yang berbeda di Car Free Day Minggu ini,jalanan Jakarta tampak sepi tidak seprti biasanya yang ramai oleh pesepada dan warga yang sedang lari pagi,memang ada beberapa tapi tidak seramai dan sepadat seperti biasanya. Mungkin menjelang libur lebaran para warga lebih memilih untuk pulang dan berkumpul bersama sanak saudaranya.

Parkir di Depan Gerobak Sate
  Saya dan teman-teman yang hanya mendapat jatah libur seminggu lebih memilih untuk bertahan di Jakarta menikmati sepinya Jakarta. Mungkin di saat inilah anda bepergian kemana-mana akan lebih mudah karena Jakarta sudah sepi oleh warga.

  Acara sepeda kami hanya sampai di Sarinah,sebelumnya tak lupa kami menikmati kuliner pinggir jalan sambil mengisi perut yang tampaknya sudah habis masa Loading nya. Sate Padang yang sedang menunggu pelanggan langsung kami hampiri dan kami nikmati,setelahnya kami langsung kmbali ke arah pulang.

  Sekian dulu artikel saya tegan bersepada bersama teman-teman. Semoga bermanfaat dan berguna bagi anda semuanya. Selamat Berlibur! Selamat Lebaran! Mohon maaf lahir dan Batin.



Sabtu, 20 Juli 2013

Siapa Pengisi Squad MerahPutih?

  Setelah melihat performa penampilan beberapa pemain tanah air dalam pertandingan uji coba dan eksibisi bersama tim Indonesia XI,tentu kini semua suporter di tanah air akan membayangkan dan juga mendebatkan siapa kah pemain yang pantas mengisi squad Tim Nasional nantinya. Apalagi tim nasional China sudah menunggu di lanjuan pertandingan penyisihan piala Asia. China bukan lah lawan yang boleh dianggap sembarangan oleh kita. kalau dilihat dari level tim juga China tidak setara dengan kita (dalam kata lain dia mainnya sudah international gak AFC lagi,kalaupun AFC pasti sama Jepang dkk)

  Berikutnya kalau kita memilih beberapa pemain Indonesia XI dari saat menghadapi Arsenal tentu belum terlihat tejamnya dan siapa yang kira-kira bisa diprediksikan masuk squad utama VS China nanti,namun jika melihat saat menghadapi Belanda dan Liverpool tentu kita sudah punya gambaran masing-masing.

  Berikut adalah gambaran pemain Tim Nasional yang kira-kira pas (versi pengamatan bung Gerardo)
FORMASI 4-4-2

Penjaga Gawang (Kurnia Meiga)

Di posisi ini sepertinya tidak akan banyak perubahan Kurnia Meiga penjaga gawang muda berbakat asal AremaFC ini mungkin akan terus dipasang di dalam line-up diikuti Made Wirawan di bench dan untuk kiper ke tiga saya rasa Rivki Mokodompit kurang baik dalam bertuga
s,lihat saja kembali performanya selama di Sriwijaya FC,kurang lengket dan kurang sigap serta sering melakukan blunder.

Bek / Pertahanan (Igbonefo,Roby,Wahyu,Zulkifly)

Untuk menjaga gerbang gawang Timnas menurut saya dibutuhkan beberapa kriteria yaitu kesigapan,ketenangan,postur dan juga keberanian. secara postur Igbonefo sih cocok sekali berada di lini pertahanan timnas,lalu pemain lain seperti M.Roby juga tampil apik dalam pertahanan vs Liverpool. namun jangan lupakan pemain yang satu ini! Wahyu Wijiastanto,postur nya cocok untuk defender pada umumnya. dan untuk bek yang tugasnya lari ke depan membantu gelandang mungkin Zulkifly Sukur,asal jangan lupa kembali ke posisi.

Gelandang / Tengah (Andik,Taufiq,Okto,Bustomi)

Pemain yang pas untuk mengisi lini penyuplai bola-bola matang atau pemain tengah menurut saya cocok kalau dipasang pemain-pemain bertipikal cepat dan juga LongPass'er atau pemberi
umpan panjang. karena untuk membangun serangan butuh kecepatan untuk segera mengambil keputusan memberikan bola kepada striker untuk dibuahkan menjadi gol. Andik dan Okto jiak masing-masing berada di Kiri dan Kanan pasti akan bisa merepotkan pertahanan lawan,kedua pemain ini punya kecepatan.Taufiq dan Bustomi cocok untuk berada di tengah karena mereka selain sigap juga umpan long ball nya baik dan sesekali Taufiq juga bsia membantu tugas lari-lari nya Andik/Okto. Kalau Bustomi terkadang bsia membantu pertahanan juga,jadi saya rasa 4 pemain ini pas di tengah.

Striker (Titus Bonai,Irfan Bacdhim)
 
Kriteria Striker yang pas menurut saya itu harus tidak pilih-pilih lawan dan paling utama mental. Mental bisa dikategorikan banyak macamnya,,seperti tidak pedul isiapa lawan yang dihadapi sebagai seorang striker memiliki tugas untuk mencetak gol,berani melakukan tusukan-tusukan dan tidak grogi. Itu terlihat dalam Titus Bonai saat menghadapi Liverpool,Irfan bsia dicoba karena pengalamannya main di luar negeri.
Di sisi lain kalau dilihat Sergio kurang membaur dengan tim atau mungkin agak grogi dan gugup,sama seperti Boas kurang terlihat perannya,namun dua pemain ini masih bisa menunggu di bangku cadangan.

Cadangan / Pilihan Lain :
Made Wirawan (Gk),Boaz Solosa,Sergio Van Dijk,Syamsir Alam,Firman Utina,Ricardo Salampessy,Greg Nwokolo,Hasim Kipuw,Bayu Gatra,Rizky Pellu,Rasyid

Sisanya silahkan di improvisasi sendiri pemain yang pas masuk di Squad MerahPutih,karena banyak sekali pemain yang harus dicoba.

 Berikut tadi adalah gambaran pemain Timnas versi saya sendiri,tapi untuk meraih prestasi bukanlah hal yang mudah,sekarangyang penting Indonesia sepakbolanya harus bersatu dulu,itu yang utama,baru anti pasti setelah bersatu prrestasi akan lebih mudah didapat karena ktia saling membantu sebagai orang Indonesia yang ingin negara ini maju dan tidak kalah terus. Belanda,okelah kita kalah,tapi untuk level asia,Indonesia tidak pantas untuk kalah. Mungkin kita bukan lagi macan asia,tapi kita adalah Garuda Asia kita masih bsia terbang jauh lebih tinggi lagi.


  Terimakasih sudah membaca,semoga bermanfaat bagi anda semua,salam Olahraga! Salam Sepakbola!

#NB : Saya masih mau lihat Bambang Pamungkas main nih
#Untuk PSSI : jangan ribut terus ya,malu diliat orang,udah apalagi sudah usianya kok masih berantem dan musuh-musuhan,dan juga jangan pelit-pelit milih pemain,Indonesia banyak pemain berbakat

Hasil Pengamatan INAvsLFC (versi Gerardo)

Sumber www.dailymail.co.uk
  Seiring baru selesainya pertandingan antara Indonesia XI vs Liverpool yang berkesudahan 2-0 untuk kemenangan The Reds,maka saya pun ingin memberi sedikit tanggapan seputar pertandingan malam ini.

(Liverpool)
Sebelumnya Arsenal sempat memiliki tanggapan bahwa Indonesia hanya kuat bermain 70 menit saja. Mungkin sudah ada kontak-kontak antara LFC dan Gooners secara tidak langsung. sehingga terlihat di pertandingan saat menjelang menit 70 di menit 65+ an. rombongan cadangan Liverpool masuk menggantikan rombongan yang sedang main. Memang ini benar-benar strategi yang bermain pikiran tidak tertebak sebelumnya. pemain yang baru masuk Sterling menambah skor menjadi 2-0. Setelah Coutinho mencetak gol pembuka di menit 10

Hasil = Skor 2-0 pun jadi,Liverpool aman.

(Indonesia XI)
Pemain kejutan dipasang di pertandingan ini,pemain dari IPL diberi kesempatan main,diantaranya TiBo Taufiq dan Vendri Mofu. Beberapa kali Titus Bonai maupun Taufiq berani mengejar bola hingga titik 0. atau sampai pol,tidak peduli siapa lawannya. TiBo juga melakukan sprint menusuk dari sektor sayap dan bsia memanfaatkan umpan-umpan dari corner walaupun tidak membuahkan gol. di sisi lain Ahmad Bustomi juga lumayan membantu mengatur penyerangan. Pemain lain Sergio Van Dijk perannya sebagai striker kurang terlihat mengancam namun satu kali tendangan kaki kirinya sempat membuat gawang Liverpool terancam dan sejenak penonton histeris.

Hasil = Lini tengah Indonesia Hidup,Liverpool lumayan kewalahan,Ada beberapa tendangan mengancam


Sumber www.dailymail.co.uk

  Tapi saya berpikir juga deh,kayaknya Arsenal bakalan bingung kalo liat Highligth pertandingan Indonesia XI vs The Reds,karena tim seperti ini bukan tim yang ketemu mereka kemarin. Hahaha.

  Namun permainan Indonesia XI tadi juga memiliki beberapa bagian yang kurang baik,diantaranya adalah permainan yang menjurus kasar setiap pemain Liverpool membawa bola,tekel langsung beberapa kali dilakukan sehingga banyak pelanggaran terjadi dan Liverpool mendapat tendangan bebas. Selain kaki tangan dari Hasim Kipuw (yang saya lihat) juga main,menarik-narik baju Jose Enrique.

  Saya juga salut untuk Fans & Suporter Liverpool di Indonesia,yang memadati stadion Senayan,bahkan sampai akun Fanpage milik Liverpool menulis "Stadium in Jakarta right now, looks like a Champions League final" disertai gambar.

  Sukses terus untuk sepakbola Indonesia,semoga cepet selesai kisruh nya. dan jadi punya 1 Timnas yang di impi-impikan sama masyarakat Indonesia. salam olahraga #YNWA

Rabu, 10 Juli 2013

Saya Adalah Generasi 'Digagalkan'


Timnas,Cita cita anak bangsa
Sepakbola telah menjadi tampilan utama bangsa kita. Sebagai sebuah negara besar di Asia. Indonesia memiliki banyak sekali keragaman budaya yang unik,namun semua itu terasa menjadi satu dikala Tim Nasional Indonesia dengan seragam Merah nan berkilau ditambah lautan merah yang tak pernah kosong di tribun Senayan. Begitu juga saya memiliki cita-cita yang sama dengan anak-anak muda lainnya di Indonesia.

  Menjadi pemain sepakbola terutama seorang pengisi squad Merah Putih adalah kebanggaan yang tidak terkira didalam hati seorang anak Indonesia,dimana seakan akan ingin berperang untuk mempertahankan nama bangsa Indonesia. Sejak kecil saya sendiri memang sudah diisi oleh keluarga pencinta sepakbola.

  Saya sendiri adalah penggemar klub asal ibukota Persija Jakarta,dan juga pengidola seorang tokog bernama Bambang Pamungkas yang tentu anda semua pasti tau. Saya pada saat itu memiliki tekad untuk menjadi pemain sepakbola. Entah kenapa ambisi ini begitu menggebu-gebu di dalam benak saya sendiri. Berbagai event saya ikut dari Milan Junior Camp,Seleksi Timnas u14 hingga u16. Namun tetap saja saya tidak bisa menuai hasil yang baik.

  Memang,lagipula apa yang saya bisa dapat dari skill pas pas an ini? tetapi tidak ada yang tidak bisa bagi saya,saya terus berlatih dan menimba ilmu dari Ayah saya yang merupakan pelatih di Metrostars juga.

  Sedikit tentang Metrostars,tidak pernah sebelumnya saya berpikir untuk memiliki organisasi sepakbola anak-anak seperti ini. Namun ini sempat terlewat di benak saya untuk mengajak teman-teman dekat pecinta sepakbola menjadi satu buah kelompok yang menjalankan kegiatan positif.
Futsal with metrostars

  Namun,semenjak tanggal 17 Juni 2013,saya akhirnya sudah memutuskan untuk berhenti dari cita-cita saya tersebut. Memang terlalu cepat bagi saya untuk meninggalkan sepakbola. Bukannya menyerah,tapi apa daya berusaha berlari di jalan yang tidak ada ujungnya.

  Kisruh sepakbola nasional tidak pernah berhenti-henti,anak-anak yang sedang berusaha terbang seakan dipatahkan sayapnya. Pengurus di atas sana hanya mementingkan diri sendiri sendiri. entah kenapa saya melihat ada sesuatu yang berbeda di sepakbola kita.

  Menurut saya adalah sesuatu yang aneh dimana PSSI ingin mendatangkan Maradona dengan harga 12 Milyar. Sementara 12 Milyar itu apabila dimanfaatkan tentu akan bisa menghasilkan Maradona baru untuk Indonesia,begitu kira-kira kata-kata dari seorang Timo Schenumann. Betul saya pun juga setuju,berkali kali tim asing datang ke negeri ini. Tapi apa gunanya kalau Kaos lah yang mereka cari bukan Ilmu.

  Seleksi Timnas amburadul, antar pemain berselisih,pelatih diganti-ganti tanpa hasil. Saya butuh kepastian,waktu berjalan terus saya tidak bsia menunggu permasalahan di sepakbola ini selesai. Saya juga memiliki kewajiban sebagai pelajar,bayangkan saja bagaimana para pemain muda berbakat di negeri ini yang sudah berusaha mengejar cita-cita hingga harus meninggalkan sekolahnya. apakah masa depannya terjamin?

  Sampai kapan ribut ribut ini harus cepat usai,makin lama yang akan menghalangi adalah orangtuanya karena melihat pemain sepakbola di negeri ini mendapat makanpun susah hingga harus mengamen. Apa yang bsia dikejar dari itu? bahkan suporter pun masih ada saja acara bunuh-bunuhan. bukannya menjadi sesuatu yang dicita-citakan. Sepakbola malah menjadi alat untuk bunuh diri.

Metrostars : Football for Fun
  Apabila Bambang Pamungkas pernah berkata bahwa ia adalah generasi gagal,maka saya pun beranggapan bahwa generasi saya akan digagalkan oleh para orang yang mengaku sebagai pengurus tapi tidak bertanggung jawab. Di negara lain pemain Sepakbola dibayar untuk berlari menendang-nendang bola,namun di negeri ini? saya rasa tidak! mereka hanya seperti boneka yang digunakan untuk kepentingan tertentu. kurang lebih seperti itu.

  Oleh karena itu saat ini saya dan Metrostars memutuskan untuk sekedar menjadi tim hobby saja. Jika ada yang ingin bergabung dari manapun silahkan kami membuka pintu lebar-lebar. Lebih baik kita bermain sepakbola untuk kesenangan daripada ikut berpusing-pusing speerti Ular mencari kakinya yang hilang. Terkadang ingin ikut kompetisi,namun apa gunanya jika masih ada pencurian umur dan curang-curangan. Hasilnya Percuma "Fair Play" hanya menjadi stiker belaka.

  Saya sudah tidak menggantungkan cita-cita terhadap sepakbola lagi,saya sudah cukup merasakan indahnya bekerja sama dan mencetak gol,kini saya kembali lagi di Metrostars hanya untuk mengisi waktu kosong saya dengan kegiatan positif. Sepakbola sudah menjadi hasil yang belum pasti masa depannya.

  Terimakasih sudah membaca,semoga bermanfaat ^_^ mohon maaf bila ada kata-kata yang menyinggung dan kurang berkenan di hati anda. Hanya Curhat. Kritik dan Saran akan sangat bermanfaat bagi saya.

Bus Driver

Menunggu
  Hari itu 19 Juni 2013,akhirnya saya dan rombongan mendarat di Ljubljana Aerodom, setelah 3 jam menggunakan pesawat transit dari Istanbul. Setelah itu saya langsung menuju ke pintu imigrasi sebelum memasuki negara Slovenia. tentu diperlukan cek dan juga pemeriksaan. begitu tuntas semua surat-surat saya langsung mengambil koper saya dari kargo pesawat di pelataran Koper penumpang.

  Tetapi saya tidak keluar sendiri,saya masih menunggu di ruang tunggu ntuk teman-teman saya yang lain yang masih mengurus perijinan masuk ke negara Slovenia. Saya mengobrol sebentar dengan teman-teman yang sudah ada disana pada waktu itu. satu persatu mulai berdatangan. awalnya saya hanya bersama Felix,setelah selanjutnya Jerash,Jojo,Yovin,Mike,Thomas,Andrew,Baia. Datang juga disana.

  Briefing kembali dilakukan,kali ini kami se rombongan bersyukur akhirnya tiba juga di tempat tujuan dengan selamat dan tanpa kekurangan sedikit apapun,pintu keluar sudah dituju dan kami semua sudah penasaran dan tentu ingin melihat seperti apakaha 'Slovenia' itu. Disana kami disambut 2 staff KBRI yaitu Om Fahrul dan Om Reza. Begitu kami memanggil mereka dengan akrab.

  Kami langsung membawa semua barang-barang kami menuju bis yang sudah menunggu,dari kejauhan saya melihat tulisan besar 'METEOR' di bis tersebut,berbeda sekali dengan bus di Indonesia. Bis ini tampak kelihatan lebih berbentuk kotak dan tidak terlalu tinggi di bagian bawah nya,jadi bisa dibilang ceper.

  Saya langsung masuk ke bis dan memilih tempat paling depan,saya kembali duduk bersama jerash teman saya. Sambil kami duduk-duduk kami juga dikenalkan dengan supir bis tersebut,Om Fahrul yang menjelaskan pada waktu itu berkata 'Ini Driver kalian namanya Simon,dia berbahasa Jerman tapi kalo bahasa inggris tentu bisa sih,tapi sedikit-sedikit,nanti dia yang mengantarkan kita selama kita berada di Slovenia'

  Simon langsung berdiri sembari melambai lambai ke anak-anak 'Hay...!' anak anak membalas sapa nya 'Hay Simon!' lalu setelah berdoa untuk perjalanan dengan bis perjalanan pun dimulai kami meninggalkan bandara dengan hati gembira tentunya pada hari itu.

Pemandangan di Sekitar Jalan kota Ljubljana
  Simon melaju dengan santai,tapi begitu cepatnya. Tante Dian,pendamping kami berkomentar pada saat itu 'Supirnya pinter ya' saya juga sependapat dengan Tante Dian,Bis yang dikemudikannya sama sekali berjalan sejajar dengan garis jalan raya tidak bergeser ke kiri ataupun ke kanan. Saya terus menerus kagum dengan negara di luar. Selain karena melihat tertibnya lalu lintas juga prioritas tertentu bagi pengguna jalan.

Simon
  Di jelaskan bahwa di Slovenia,pejalan kaki dan pengendara sepeda diutamakan. Biarpun lampu hijau yang menyala tetapi jika ada seseorang yang sedang menyeberang mobil atau bis tidak boleh membunyikan klakson karena dianggap sebagai tindak kriminal di lalu lintas. Dan semua kesadaran diri di eropa begitu tinggi.

  Akhirnya kami tiba di MHotel Slovenia,tidak terasa perjalanan 30menit dari bandara ke hotel bisa berlalu cepat. Simon  langsung turun,ia membuka pintu bagasi dan mengeluarkan koper milik anak-anak dari dalam bagasi tersebut. Simon sangat membantu dalam hal ini dan sadar bahwa ia memiliki tugas.

  Simon masih menunggu,kami diminta cepat karena akan mengikuti City Tour di kota Ljubljana ini.
Bis Simon 'meteor' di depan hotel

  Anak-anak sudah berada di dalam bis dan kami langsung menuju ke salah satu taman kota dengan fasilitas lengka. Sarana olahraga seperti Hall Tennis,Skate Park,Kolam Renang,dan Kantin juga ada di taman ini. Kami duduk di taman juga sambil menikmati makan siang yang disediakan oleh panitia.

  Setelah jalan-jalan yang cukup lama mengelilingi kota Ljubljana,kami kembali lagi ke Hotel tempat kami menginap pada sore harinya. Kami harus mempersiapkan untuk acara besok pagi. Panggung sudah menunggu,jadwal untuk acara besok nya adalah Gladi Resik dan juga Show.

  Pagi hari sudah datang,kami semua beristirahat dengan nyenyak semalam. Anak laki-laki menyempatkan diri nonton bareng Brazil vs Mexico di Piala Konfederasi pada waktu itu,namun tetap bangun pagi dengan Semangat. Dan wow! Simon sudah datang untuk menjemput kami menuju Villa Podzronik! begitu sigapnya ia melakukan tugasnya sebagai Driver

  Begitu juga saat menjemput rombongan usai Penampilan,ia tetap semangat dan tepat waktu dalam menjalankan tugas!

  Sampai akhirnya kegiatan kami di Slovenia sudah selesai,kami harus pergi menuju Austria untuk liburan dan refreshing setelah Show. Pagi hari itu,Simon datang tepat waktu dengan pakaian rapinya tetapi sederhana,Simon membantu anak-anak mengangkat koper kedalam bis. waktu saya datang saya meenyapanya terlebih dahulu 'hey Simon! Good Morning! can you help me?' sambil saya mengangkat koper besar saya 'Good Morning! Ohhh...Sure!'  jawab Simon dengan semangat dan senyum nya.

Simon dengan kemeja putih
  Cukup lama perjalanan menuju Austria,akhinrya tugas Simon telah usai setelah koper terakhir yang diangkatnya tersebut,Simon pamit dan anak-anak menyempatkan diri berfoto. Yang kami tidak pernah lupakan dari Simon adalah tepat waktu nya dalam datang melaksanakan tugas. Kemahirannya dalam menyetir bis dan juga sikapnya yang ramah dan mau bersosialisasi.

  Kini saya sudah kembali di Jakarta,tentu tidak bisa bertemu lagi Driver yang baik seperti Simon,tapi semoga bisa menjadi pelajaran bagi saya dan teman-teman agar lebih semangat dalam menjalani kegiatan dan juga tugas kita sehari-hari khususnya Sekolah. Dan supir bis adalah pekerjaan yang mulia,mengantar penumpang ke tempat tujuan tan tetap tersenyum.

  Terimakasih Sudah Membaca! Sekian dulu di artikel kali ini!
"Good Bless You All
!!!"

Selasa, 09 Juli 2013

Ataturk Airport,Istanbul

Turun dari pesawat,menyempatkan berfoto
  Kalau di artikel ini,saya mau bercerita santai saja seputar salah satu tempat yang saya lalui saat Tur ke Eropa Juni lalu. Salah satunya adalah Ataturk Airport atau di negara Turki,Negara ini memiliki 2 bagian yaitu bagian Asia
dan Eropa. Sewaktu saya baru keluar dari pesawat waktu itu keadaan bandara masih kosong dan sepi. paling hanya diisi penumpang yang baru turun dari pesawat dan jgua petugas keberishan. Begitu saya lihat jam,ternyata jam di HP saya sudah menyesuaikan dengan wilayah yang disinggahi.

  Jam 08.00 pagiwaktu Istanbul pada saat itu ternyata,saya merasa pegal-pegal dan lelah setelah perjalanan panjang hampir 13 jam berada di langit dari Singapore. Sebelum menuju Istanbul saya harus transit dua kali,pertama di Singapore dan kedua di Istanbul ini. setelah melakukan cek keamanan dan sebagainya kami langsung masuk ke bandara utama.

  Begitu megah di sana,belum pernah saya lihat sebelumnya. Bandara namun tampa seperti mall di Indonesia dengan tempat belanjaan baju baju dan mainan anak-anak,ada juga food court berjejer dari berbagai macam restoran cepat saji. Saya dan tim mengadakan diskusi atau briefing singkat. Disana diberi tahu kalau penerbangan selanjutnya masih sekitar pukul 13.15 siang,sementara saat itu masih pagi,jadi kami diperbolehkan untuk bebas selama menunggu penerbangan selanjutnya.
Bersama teman-teman Tim Misi Budaya

  Saya langsung menghampiri teman dekat saya saat selama Tur Misi Budaya tersebut,Jerash. Kami langsung berkeliling melihat tempat-tempat dan lingkungan sekitar. Sambil menghafalkan,karena kami tidak boleh tersesat di dalam bandara. Setelah melihat-lihat jerash langsung mengajak saya untuk makan pagi dulu. Teryata dia masih lapar karena makan terakhir adalah pagi hari subuh saat masih di pesawat.

Bernyanyi,Hahaha
  Saya dan jerash menuju food court dan memilih Burger King sebagai menu pagi itu,Oh iya. Di Bandara ini mata uang yang digunakan tidak hanya satu,jika mata uang negara Turki adalah Lira,disini Dolar AS dan juga Euro pun juga bisa digunakan.

  Setelah dilayani dengan cepat,saya dan jerash langsung memilih tempat duduk dimana kami akan menikmati makanan yang telah kami pesan. ternyata disana sudah ada Om Hadi,Tante Dian,Tante Esther,dan Pak Her pembimbing kami yang sedang duduk duduk. Kami memilih untuk duduk di dekat mereka. Burger yang dijual disana berbeda dengan di Indonesia pada umumnya,porsinya lebih besar dan daging lebih tebal.

Berfoto Bersama
  Setelah makan saya dan Jerasnh memutuskan untuk duduk duduk dulu di food court sambil mengobrol ringan dan bercanda,rupanya satu-per satu teman-teman kami mulai datang. Kehebohan makin terjadi di food court tersebut. Nampaknya salah satu cleaning Service yang sedang  bertugas memperhatikan kami,ia berjalan-jalan di sekitar grup kamu berkumpul dan mencari perhatian. memang dengan bahasa yang berbeda,namun tingkahnya yang lucu juga menarik perhatian kami. Akhirnya kami berfoto dengan Mas-Mas bule tersebut. Hahaha.

  Yang saya salut,mereka menyambut Tamu sebagai teman bukan sebagai pengganggu,sehingga antara konsumen dan juga orang yang bekerja saling nyaman dalam bersosialisasi.

  Setelah sekian jam menunggu di bandara,akhirnya tidak terasa sudah siang juga,kami sudah diharuskan bersiap siap di terminal tempat pesawat kami akan menuju Ljubljana. So...Selamat Tinggal Istanbul.

Terimakasih sudah membaca artikel saya,mampir-mampir lagi kapanpun ^_^ tentu dengan artikel saya yang lain lagi tentunya.


Budaya Indonesia: "Kurang Peminat,Tapi Diminati"


Tari Saman oleh SMP Tarakanita 1
Beberapa waktu lalu saya mendapat kesempatan yang bagi saya itu adalah suatu penghargaan sendiri buat saya,berawal dari SMP Tarakanita 1 tempat saya bersekolah yang sedang mempersiapkan Misi Budaya ke Eropa. Melalu giatnya guru saya 'Pak Her' panggilan akrabnya,beliau berusaha semampu mungkin untuk mengangkat nama sekolah menjadi lebih baik lagi. Betapa Terhormatnya Tarakanita diundang untuk mengisi salah satu acara amal di Slovenia,oleh bapak Duta Besar RI untuk Slovenia.

  Saya begitu terhormat untuk bergabung di tim ini,menjadi salah satu bagian dari Tim yang juga akan mengibarkan nama Indonesia di Eropa,dan menjadi salah satu siswa dari total 22 Siswa dan Siswi yang berangkat kesana. Mungkin sepakbola adalah cita cita saya pada awalnya,namun saya mendapat kesempatan lain yang juga untuk Indonesia.

Saya (Kiri) dan Jerash
  Sempat saya berpikir sejenak,Indonesia "dari Sabang sampai Merauke Berjajar Pulau-pulau yang sambung menyambung menjadi satu" kurang lebih begitu syair dalam sebuah lagu. Kita begitu kaya Budaya daerah dari Lagu daerah yang sekian banyak dan beragam hingga Tarian dan pakaian adat. Di Indonesia pada umumnya ini anak-ana muda lebih menyukai hal-hal yang berbau modern.

  Di lain hal intinya mereka kurang berminat pada kebudayaan kita,alasannya klasik dan mudah diafal 'Tari daerah Kuno'. Oke saya paham anak-anak jaman sekarang yang terus ingin berkembang dan berkembang,tapi berkembang itu bukan dalam arti Tidak Mengenal Budaya Sama Sekali kan?

  Di Eropa,waktu itu saya bersama 2 teman saya 'Jerash dan Pius' namanya,kami bertugas untuk memainkan alat musik Calung di Jalan masuk dan menyambut Tamu yang datang di Villa Podroznik,tempat akan dilaksanakannya acara amal yang menampilkan kebudayaan daerah tersebut. Saya sempat disapa beberapa tamu yang datang. Dari raut wajah mereka terlihat sekali bahwa merreka menyambut dengan baik musik beserta alat yang sedang saya mainkan ini.

  Saya juga begitu terpesona,karena masih di jalan masuk yang sama,namun beberapa meter setelah saya. Ada beberapa kumpulan orang-orang Slovenia yang menaikan gamelan,saya sempat mengambil gambar mereka saat asih persiapan. Coba bayangkan,mereka masih berminat dengan budaya kita. Sebagai Bangsa Indonesia sendiri,kita?
Warga Asing bermain Gamelan

  Sebenarnya,Budaya Indonesia itu sangat diminati oleh warga asing. Coba saya liat kenyataanya,untuk apa mereka datang ke Indonesia? Jogja dan Bali misanya yang suka menjadi tujuan warga asing,merka ingin melihat tari Ramayana dan Tari Bali kan? bukan untuk melihat Shufle dan Gangnam Style. Karena mereka sudah jenuh dengan yang seperi itu.

  Sekian cerita saya mengenai Budaya Indonesia,hal yang sangat diminati tapi kita sendiri melupakan hal itu. Terimakasih sudah membaca,semoga bermanfaat bagi anda.

BACA JUGA (refrensi lain yang terkait) :
-SMP Tarakanita 1 Beraksi Untuk Amal di Slovenia
-Kenalkan Kebudayaan Indonesia di Wina

BEPE

  Kalau anda penggemar sepakbola nasional pasti anda sudah tau dan tidak asing lagi dengan pemain ini,ya dialah pemain yang sudah lama sekali memperkuat Persija dan jug
a pernah mernorehkan prestasi di Liga Malaysia dengan keluar sebagai Top Skor atau Penetak gol terbanyak pada kisaran tahun 2003-2005an. Bambang Pamungkas.

  Dia lah pemain yang sudah mengispirasi dan juga saya idolai atau kagumi,ya mungkin tidak hanya saya saja yang kagum dengan sosok kapten di Tim Nasional dan juga Persija ini,namun sayang sekali Mas Bepe sudah harus pensiun dari sepakbola nasional setelah beberapa waktu lalu dikabarkan tidak menemui kesepakatan dengan Persija Jakarta.

  Loyalitasnya terhadap tim yang dibela juga Kebijaksanaannya dalam memimpin tim begitu saya kagumi juga,karena di lain hal Bambang Pamungkas bisa menahan emosi nya untuk tidak berbuat suatu hal yang tidak layak di lapangan,yang saya tau Bepe itu minim sekali menerima satu lembar kartu pun dari wasit.

  Di salah satu artikel yang saya baca dari website resmi nya (bambangpamungkas20.com) pernah ia menuliskan sebuah artikel tentang kejadiannya saat menerima kartu kuning dari wasit,dia sadar bahwa sebenarnya wasit melayangkan kartu akibat Bepe sedang melakukan diving. Lalu dia langsung berdiri dan memeluk wasit.

  Bambang Pamungkas dan Film

  Selain di sepakbola,Bepe juga pernah muncul di beberapa film sebagai seorang tokoh sepakbola,misalnya saja di film 'Garuda di Dadaku' Bambang Pamungkas muncul di foto sebagai contoh dan juga idola seorang anak yang bercita cita sebagai pemain Nasional yang sukses.

Hari Ini Pasti Menang (Bepe ke2 dari kiri)
  Di film 'Hari Ini Pasti Menang' lain lagi,Bambang Pamungkas diperankan oleh Ibnu Jamil. Bepe yang kali ini terlihat agak berbeda karena diceritakan 13 tahun bermain di Eropa,dari Fiorentina,AS Roma,Hingga Dortmund setelah akhirnya kembali ke klub asal Ibukota 'Jakarta Metro'

  Gol Favorit

  Sebagai seorang penggemar sepakbola dan juga pengidola seorang Bepe20 tentu saja saya memiliki satu gol yang saya sukai dari Bambang Pamungkas,yaitu adalah saat  Indonesia menghadapi Bahrain dalam ajang Piala Asia 2007. Saat itu Firman Utina melesatkan tendangan jarak jauh dari luar kotak penalty,bola melesat kencang namun masih mengenai tiang gawang. Bola yang memantul langsung disambar oleh Bambang Pamungkas dan dilesatkan ke tiang jauh sehingga kiper Bahrain tidak bisa menjangkau bola dan Gol.

  Berikut tadi adalah sekilas mengenai Bambang Pamungkas,pemain Indonesia yang saya idolai,mungkin setiap dari anda memiliki Tokoh Idola yang berbeda,belum tentu sama seperti saya,tapi Terimakasih sudah membaca dan mampir ke blog saya :D #SalamOlahraga