Selasa, 09 Juli 2013

Budaya Indonesia: "Kurang Peminat,Tapi Diminati"


Tari Saman oleh SMP Tarakanita 1
Beberapa waktu lalu saya mendapat kesempatan yang bagi saya itu adalah suatu penghargaan sendiri buat saya,berawal dari SMP Tarakanita 1 tempat saya bersekolah yang sedang mempersiapkan Misi Budaya ke Eropa. Melalu giatnya guru saya 'Pak Her' panggilan akrabnya,beliau berusaha semampu mungkin untuk mengangkat nama sekolah menjadi lebih baik lagi. Betapa Terhormatnya Tarakanita diundang untuk mengisi salah satu acara amal di Slovenia,oleh bapak Duta Besar RI untuk Slovenia.

  Saya begitu terhormat untuk bergabung di tim ini,menjadi salah satu bagian dari Tim yang juga akan mengibarkan nama Indonesia di Eropa,dan menjadi salah satu siswa dari total 22 Siswa dan Siswi yang berangkat kesana. Mungkin sepakbola adalah cita cita saya pada awalnya,namun saya mendapat kesempatan lain yang juga untuk Indonesia.

Saya (Kiri) dan Jerash
  Sempat saya berpikir sejenak,Indonesia "dari Sabang sampai Merauke Berjajar Pulau-pulau yang sambung menyambung menjadi satu" kurang lebih begitu syair dalam sebuah lagu. Kita begitu kaya Budaya daerah dari Lagu daerah yang sekian banyak dan beragam hingga Tarian dan pakaian adat. Di Indonesia pada umumnya ini anak-ana muda lebih menyukai hal-hal yang berbau modern.

  Di lain hal intinya mereka kurang berminat pada kebudayaan kita,alasannya klasik dan mudah diafal 'Tari daerah Kuno'. Oke saya paham anak-anak jaman sekarang yang terus ingin berkembang dan berkembang,tapi berkembang itu bukan dalam arti Tidak Mengenal Budaya Sama Sekali kan?

  Di Eropa,waktu itu saya bersama 2 teman saya 'Jerash dan Pius' namanya,kami bertugas untuk memainkan alat musik Calung di Jalan masuk dan menyambut Tamu yang datang di Villa Podroznik,tempat akan dilaksanakannya acara amal yang menampilkan kebudayaan daerah tersebut. Saya sempat disapa beberapa tamu yang datang. Dari raut wajah mereka terlihat sekali bahwa merreka menyambut dengan baik musik beserta alat yang sedang saya mainkan ini.

  Saya juga begitu terpesona,karena masih di jalan masuk yang sama,namun beberapa meter setelah saya. Ada beberapa kumpulan orang-orang Slovenia yang menaikan gamelan,saya sempat mengambil gambar mereka saat asih persiapan. Coba bayangkan,mereka masih berminat dengan budaya kita. Sebagai Bangsa Indonesia sendiri,kita?
Warga Asing bermain Gamelan

  Sebenarnya,Budaya Indonesia itu sangat diminati oleh warga asing. Coba saya liat kenyataanya,untuk apa mereka datang ke Indonesia? Jogja dan Bali misanya yang suka menjadi tujuan warga asing,merka ingin melihat tari Ramayana dan Tari Bali kan? bukan untuk melihat Shufle dan Gangnam Style. Karena mereka sudah jenuh dengan yang seperi itu.

  Sekian cerita saya mengenai Budaya Indonesia,hal yang sangat diminati tapi kita sendiri melupakan hal itu. Terimakasih sudah membaca,semoga bermanfaat bagi anda.

BACA JUGA (refrensi lain yang terkait) :
-SMP Tarakanita 1 Beraksi Untuk Amal di Slovenia
-Kenalkan Kebudayaan Indonesia di Wina

Tidak ada komentar:

Posting Komentar